Microsoft henti bagi data penjualan digital ke Circana, firma analitik yang selama ini jadi rujukan utama industri untuk memantau performa penjualan game di Amerika Serikat. Keputusan ini resmi berlaku sejak laporan Juli 2026, dan langsung memicu spekulasi luas di kalangan komunitas gaming maupun pelaku industri soal alasan sebenarnya di balik langkah ini.
Microsoft Henti Bagi Data Penjualan, Ini Faktanya
Kabar Microsoft henti bagi data penjualan ini pertama kali dikonfirmasi oleh Mat Piscatella, analis senior Circana, lewat unggahannya di platform Bluesky. Ia menyebut secara langsung bahwa Microsoft kini “no longer a digital panel participating publisher”, yang berarti perusahaan tidak lagi menjadi bagian dari kelompok publisher yang secara sukarela membagikan data penjualan digital mereka ke Circana.
Circana sendiri, yang sebelumnya dikenal dengan nama NPD, selama bertahun-tahun jadi sumber data terpercaya untuk memantau tren penjualan hardware dan software game di pasar Amerika Serikat. Data ini biasanya dikumpulkan dari kombinasi laporan langsung publisher dan data ritel, lalu diolah jadi chart bulanan yang menunjukkan game-game terlaris di pasar. Dengan keputusan Microsoft ini, seluruh game di bawah payung Xbox, Activision, dan Bethesda kini hanya akan muncul di laporan Circana dalam bentuk proyeksi atau estimasi, bukan lagi angka resmi dari sumber pertama.
Yang menarik, kebijakan Microsoft henti bagi data penjualan ini berlaku untuk seluruh platform, bukan cuma ekosistem Xbox sendiri. Artinya, publik juga tidak akan lagi mendapat data resmi soal performa penjualan game-game Microsoft yang dijual di PlayStation maupun Nintendo Switch, karena kebijakan ini mencakup Microsoft sebagai publisher secara keseluruhan.
Bukan yang Pertama, tapi Momennya Mencurigakan
Sebenarnya, langkah menghentikan pembagian data digital ke Circana bukan hal baru di industri. Nintendo dan Take-Two sudah lama tidak pernah membagikan data digital mereka, sehingga performa game-game dari kedua publisher ini di laporan Circana juga selalu berupa estimasi berdasarkan analisis pasar. EA pun dilaporkan mengambil langkah serupa pada periode yang hampir bersamaan dengan Microsoft.
Namun yang membuat keputusan Microsoft henti bagi data penjualan ini terasa berbeda adalah timing-nya. Kebijakan ini muncul tepat di saat laporan lain menunjukkan performa fisik Xbox sedang lemah, dengan pangsa pasar penjualan fisik game di Amerika Serikat pada 2026 hanya berkisar 4 sampai 5 persen, jauh tertinggal dari Nintendo yang menguasai sekitar 63 persen dan PlayStation di angka 32 persen. Kondisi ini membuat banyak pihak berspekulasi bahwa keputusan menghentikan data sharing adalah cara Microsoft menghindari sorotan publik terhadap performa penjualan yang kurang menggembirakan.
Spekulasi ini semakin kuat karena pola serupa pernah terjadi sebelumnya. Microsoft diketahui berhenti mengumumkan angka penjualan unit konsol Xbox saat performa penjualan hardware mereka mulai tertinggal dari kompetitor. Kombinasi dua kebijakan tutup data ini membuat publik makin sulit mendapat gambaran utuh soal seberapa baik atau buruk performa bisnis gaming Microsoft secara keseluruhan.
Dampak buat Publik dan Pelaku Industri
Bagi kalangan penggemar dan analis yang senang memantau tren penjualan game, keputusan Microsoft henti bagi data penjualan ini jelas jadi kabar yang mengecewakan. Data resmi selama ini membantu banyak pihak memahami tren pasar, memprediksi keputusan bisnis publisher, sampai menganalisis kenapa game-game tertentu mendapat perlakuan berbeda dari segi marketing atau dukungan jangka panjang. Tanpa data resmi, publik kini harus mengandalkan estimasi pihak ketiga yang tingkat akurasinya tentu tidak sepresisi data asli dari publisher.
Di sisi lain, kejadian ini mempertegas tren yang makin umum di industri, di mana publisher besar cenderung lebih tertutup soal data performa penjualan mereka begitu situasi bisnis tidak sesuai ekspektasi. Ubisoft misalnya sempat mengalami hal serupa, di mana angka penjualan mereka tiba-tiba hilang dari chart Circana setelah sebelumnya rutin muncul di jajaran atas. Pola ini membuat kepercayaan publik terhadap transparansi data industri gaming makin dipertanyakan.
Meski begitu, keputusan Microsoft henti bagi data penjualan ini tidak serta merta menghentikan aktivitas jual beli game di platform Xbox maupun rilisan Activision dan Bethesda lainnya. Kamu yang masih aktif berburu game-game populer dari ketiga label ini tetap bisa lanjut main seperti biasa, cuma memang data resmi soal seberapa laris game tersebut kini jadi lebih sulit diverifikasi publik. Kalau kamu salah satu pemain yang rutin top up untuk keperluan game Xbox atau ingin belanja lewat Microsoft Store, kamu bisa siapkan langganan dulu lewat top up PC Game Pass di VocaGame, tergantung platform mana yang biasa kamu pakai untuk transaksi digital.
Sampai saat ini, Microsoft belum memberikan pernyataan resmi soal alasan pasti di balik keputusan ini, sementara Circana juga hanya mengonfirmasi perubahan status Microsoft tanpa detail lebih lanjut. Yang jelas, langkah Microsoft henti bagi data penjualan ke Circana menambah daftar publisher besar yang memilih jalur tertutup soal data performa penjualan mereka, sekaligus membuat gambaran industri gaming secara keseluruhan makin sulit dipetakan secara akurat oleh publik maupun analis independen.
