Nintendo kembali memperketat langkahnya terhadap proyek emulasi Nintendo Switch. Kali ini, perusahaan mengirimkan tujuh pemberitahuan DMCA kepada GitHub secara bersamaan, yang berujung pada dilumpuhkannya lebih dari 400 repositori terkait Nintendo emulator Switch dalam satu hari.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kampanye Nintendo untuk menekan tindakan yang dianggap dapat membantu pengguna melewati sistem perlindungan teknologi pada konsolnya. Sejumlah repositori emulator, fork, hingga kode lama yang masih tersedia di GitHub ikut terkena dampaknya.
Tindakan ini memperlihatkan bahwa upaya Nintendo memberantas emulator Switch tidak berhenti setelah kasus Yuzu. Kali ini, perusahaan menyasar jaringan kode open-source yang memungkinkan hal serupa terus dikembangkan dan disebarkan oleh komunitas.
Suyu hingga Skyline Jadi Target Nintendo
Salah satu target terbesar dalam gelombang DMCA terbaru adalah Suyu, emulator yang dikenal sebagai penerus Yuzu. GitHub dilaporkan menghapus jaringan repositori Suyu yang mencakup sekitar 311 repositori sekaligus karena keterkaitan di antara repositori tersebut.
Skyline juga masuk dalam daftar target. emulator Android tersebut sebenarnya telah menghentikan pengembangan resminya sejak 2023. Namun, 29 repositori berisi kode lama yang masih tersedia tetap menjadi sasaran laporan Nintendo.
Selain kedua emulator tersebut, sejumlah fork Yuzu dan emulator lain seperti MonoNX juga ikut terkena penghapusan. Dengan pendekatan ini, Nintendo tidak hanya menargetkan pengembangan emulator utama, tetapi juga berbagai salinan dan pengembangan turunannya.
Bagi komunitas open-source, penghapusan dalam skala besar tentu dapat menghambat pengembangan. GitHub menjadi salah satu tempat utama bagi pengembang untuk menyimpan, mengembangkan, dan mendistribusikan kode secara terbuka.
Mengapa Nintendo Memberantas Emulator ?
Dalam laporan DMCA yang dikirimkan kepada GitHub, Nintendo menuding proyek-proyek tersebut berkaitan dengan upaya melewati Technological Protection Measures (TPM) yang digunakan untuk melindungi game dan konsol Switch.
Nintendo secara khusus menyoroti penggunaan kunci kriptografi seperti prod.keys. Komponen tersebut dapat digunakan untuk mendekripsi data game sehingga software yang dilindungi sistem keamanan Nintendo dapat dijalankan melalui emulator.
Menurut Nintendo, distribusi teknologi atau komponen yang dirancang untuk melewati perlindungan tersebut dapat melanggar ketentuan anti-circumvention dalam DMCA.
Namun, penting untuk membedakan emulator dengan pembajakan game. Emulator pada dasarnya merupakan software yang memungkinkan sebuah sistem menjalankan software dari platform lain. Keberadaan emulator tidak otomatis membuatnya ilegal.
Persoalan hukumnya dapat bergantung pada bagaimana emulator dikembangkan, komponen apa yang didistribusikan, serta apakah teknologi tersebut digunakan untuk melewati sistem perlindungan atau menjalankan salinan game yang diperoleh secara tidak sah.
Nintendo sebelumnya juga mengambil tindakan hukum terhadap Tropic Haze, pengembang Yuzu. Gugatan tersebut pada 2024 berakhir melalui penyelesaian dengan pembayaran sebesar US$2,4 juta dan penghentian pengembangan Yuzu.
Apakah Nintendo Emulator Switch Akan Hilang dari Internet?
Penghapusan lebih dari 400 repositori menjadi pukulan besar bagi proyek-proyek emulasi yang bergantung pada GitHub. Namun, langkah tersebut belum tentu membuat seluruh kode emulator menghilang dari internet.
Sifat open-source membuat kode yang sudah pernah dipublikasikan relatif mudah disalin dan dikembangkan kembali. Ketika sebuah repositori dihapus, pengguna lain masih dapat memiliki salinan kode dan membuat fork baru di tempat berbeda.
Situasi ini membuat upaya Nintendo menyerupai permainan tanpa akhir. Perusahaan dapat mengajukan DMCA terhadap repositori yang dianggap melanggar, tetapi akan jauh lebih sulit untuk menghilangkan setiap salinan kode yang sudah tersebar.
Meski demikian, tindakan terbaru tersebut menunjukkan bahwa Nintendo semakin agresif melindungi teknologi dan ekosistem Switch. Setelah menekan proyek besar seperti Yuzu, perusahaan kini memperluas langkahnya dengan menargetkan berbagai fork, repositori turunan, dan kode lama.
Bagi komunitas emulasi, perkembangan ini berartiĀ Nintendo emulator Switch akan menghadapi tekanan hukum yang semakin besar. Sementara bagi Nintendo, penghapusan ratusan repositori menjadi salah satu cara untuk membatasi penyebaran teknologi yang dianggap dapat melewati perlindungan konsol dan mendukung penggunaan game secara tidak sah.
