Industri Game Mobile Anime Style Melambat di China Tahun Ini

Industri Game Mobile Anime Style Melambat di China Tahun Ini
Industri Game Mobile Anime Style Melambat di China Tahun Ini
Jangan lupa dibagikan ya!

Laporan terbaru mengenai pasar game China pada semester pertama 2026 memperlihatkan perubahan menarik dalam arah Industri Game Mobile. Hampir semua kategori mencatat pertumbuhan dua digit, mulai dari game casual, PC, esports, hingga mini game yang berjalan melalui aplikasi seperti WeChat dan Douyin. Di tengah tren positif tersebut, game mobile bergaya anime justru menjadi satu-satunya kategori yang mengalami penyusutan.

Kondisi ini cukup menarik karena game anime sebelumnya menjadi salah satu penggerak utama pasar China. Kesuksesan judul seperti Genshin Impact, Honkai Star Rail, dan berbagai game gacha lain sempat mendorong banyak perusahaan mengikuti formula serupa. Namun, pasar kini mulai menunjukkan bahwa kualitas visual, karakter menarik, dan sistem gacha saja belum tentu cukup untuk mempertahankan pertumbuhan.

Industri Game Mobile Anime Style Mulai Kehilangan Momentum

Laporan yang dirilis pada akhir Juli 2026 menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan sejumlah game anime yang sudah lama beroperasi. Sementara itu, judul-judul baru yang bermunculan belum mampu menggantikan pendapatan yang hilang dari game lama.

Penurunan ini bukan berarti game anime langsung kehilangan seluruh pemainnya atau berada di ambang penutupan. Basis pemainnya masih besar, sementara beberapa judul tetap mencatat performa yang cukup stabil. Perubahan paling terasa justru berada pada posisi kategori tersebut di pasar. Game anime yang sebelumnya menjadi pusat perhatian kini berkembang menjadi salah satu segmen yang bertahan tanpa mencatat pertumbuhan berarti.

Arah baru Industri Game Mobile tersebut mulai terlihat dari proyek-proyek yang sedang disiapkan perusahaan besar. HoYoverse, misalnya, memperkenalkan Nodusfall di gamescom 2026 sebagai game co-op action RPG bernuansa dark fantasy. Pendekatan ini cukup berbeda dibandingkan formula open world bergaya anime yang membuat Genshin Impact dikenal luas.

HoYoverse juga mengembangkan Petit Planet, game simulasi santai tentang membangun dan mengelola planet, serta Nexus Anima yang mengusung konsep mengoleksi makhluk. Ketiga proyek tersebut memperlihatkan upaya perusahaan untuk menjangkau genre dan tipe pemain yang lebih luas, bukan hanya mengulang formula action RPG open world dengan sistem koleksi karakter.

Langkah ini tidak serta-merta menandakan HoYoverse meninggalkan game anime. Perusahaan tersebut masih memiliki basis pemain yang kuat melalui Genshin Impact, Honkai Star Rail, dan Zenless Zone Zero. Namun, variasi proyek baru menunjukkan bahwa perusahaan besar mulai mengurangi ketergantungan pada satu formula yang sama.

Sistem Gacha Karakter Mulai Ditinggalkan

Perubahan lain terlihat dari cara developer menawarkan karakter dan item di dalam game. Beberapa proyek baru mulai meninggalkan sistem gacha karakter berbayar, kemudian menggantinya dengan metode membuka karakter melalui progres permainan, penyelesaian cerita, atau pencapaian tertentu.

Nodusfall dikabarkan memungkinkan pemain memperoleh karakter melalui progres bermain. Ananta dari NetEase juga dirancang menggunakan pendekatan serupa. Karakternya akan terbuka mengikuti perkembangan cerita, bukan hanya diperoleh melalui sistem undian berbayar. Game tersebut dijadwalkan meluncur pada Januari 2027.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa Industri Game Mobile mulai mencari model monetisasi yang tidak terlalu bergantung pada penjualan karakter dan kekuatan. Developer tetap membutuhkan sumber pendapatan jangka panjang, tetapi fokusnya perlahan bergeser menuju kostum, aksesori, battle pass, dan item kosmetik lain yang tidak secara langsung menentukan kekuatan pemain.

Pendekatan tersebut sudah terlihat dalam Wind Smith. Game ini masih memiliki mata uang premium dan sistem gacha, tetapi hadiah utamanya lebih banyak berkaitan dengan penampilan karakter. Produsernya bahkan menyebut keputusan untuk tidak menjual kekuatan melalui gacha sebagai salah satu daya tarik komersial utama.

Pergeseran dari gacha kekuatan menuju gacha kosmetik dapat memberikan pengalaman yang lebih sehat bagi pemain. Mereka tetap bisa mendapatkan karakter atau menyelesaikan konten utama tanpa merasa harus terus melakukan spin. Di sisi lain, pemain yang ingin mendukung game atau mengubah penampilan karakter masih memiliki pilihan untuk membeli item kosmetik.

Meski demikian, belum tentu semua developer akan mengikuti pendekatan yang sama. Sistem gacha karakter masih menghasilkan pendapatan besar bagi banyak game. Perubahan yang terjadi saat ini lebih menunjukkan bahwa perusahaan mulai bereksperimen dengan model bisnis lain agar dapat menarik pemain yang sudah lelah menghadapi banner terbatas, duplikasi karakter, dan sistem pity yang mahal.

Biaya Produksi Semakin Sulit Dikejar Studio Kecil

Di balik perubahan model bisnis tersebut, biaya pengembangan game kelas atas juga terus meningkat. Lord of Mysteries menjadi salah satu contoh besarnya investasi yang dibutuhkan. MMO adaptasi novel populer China yang membuka fase open beta pada 21 Agustus 2026 tersebut dilaporkan menghabiskan sekitar 1,2 miliar yuan atau setara Rp2,7 triliun untuk produksi dan promosi.

Proyek tersebut dikerjakan oleh 624 orang selama empat tahun. Tim pengembangnya juga mengungkap bahwa versi iOS hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total pendapatan. Sebanyak 85 persen pendapatan lainnya berasal dari PC dan Android. Data ini menunjukkan bahwa pasar game kelas atas di China tidak lagi sepenuhnya berpusat pada perangkat mobile.

Membengkaknya biaya produksi membuat persaingan di Industri Game Mobile semakin sulit bagi studio kecil. Mereka harus menghadirkan visual berkualitas tinggi, konten dalam jumlah besar, dukungan lintas platform, serta pembaruan rutin. Semua kebutuhan tersebut memerlukan tim besar dan biaya operasional yang tidak sedikit.

Risikonya terlihat pada Heaven Hells. Game yang dirilis secara global pada awal Maret 2026 tersebut harus menghentikan seluruh layanannya sekitar satu bulan kemudian. Penutupan itu turut membuat perusahaan pengembangnya bangkrut, meskipun sang CEO disebut telah menyuntikkan dana pribadi selama tiga tahun untuk mempertahankan operasional.

Perubahan tersebut juga dapat berdampak pada pemain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kontribusi belanja pemain di kawasan ini masih relatif lebih kecil dibandingkan China dan Jepang. Akibatnya, sejumlah game baru dengan standar produksi tinggi cenderung dikembangkan untuk PC dan perangkat flagship, bukan ponsel kelas menengah yang lebih umum digunakan pemain Indonesia.

Namun, jumlah pemain yang besar tetap membuat Asia Tenggara menjadi pasar penting. Peluang hadirnya lokalisasi Bahasa Indonesia juga semakin terbuka, terutama dari perusahaan seperti HoYoverse, Kuro Games, dan NetEase yang mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap komunitas regional.

Sambil menunggu arah baru game anime dan model monetisasinya, kamu tetap bisa menikmati event dari berbagai judul yang masih aktif dimainkan. Genesis Crystal, Oneiric Shard, dan Polychrome bisa kamu top up melalui VocaGame agar progres akun tetap lancar ketika banner atau konten baru hadir.

Data sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan bahwa Industri Game Mobile di China tidak sedang berhenti berkembang, melainkan mulai memasuki fase baru. Game anime masih mempunyai pasar yang besar, tetapi developer kini dituntut menawarkan pengalaman lebih beragam, model monetisasi yang lebih ramah, serta kualitas produksi yang mampu bersaing di PC maupun perangkat mobile.