Banyak fitur game terasa seperti gagasan sederhana: pilihan dialog berbentuk roda, panah penunjuk arah, atau musuh yang mengingat pertemuan sebelumnya. Namun, sejumlah studio pernah mengajukan atau memperoleh paten untuk sistem tertentu di balik fitur-fitur tersebut.
Status dan cakupannya berbeda-beda. Paten bukan berarti sebuah studio otomatis memiliki hak atas semua game dengan mekanik serupa. Perlindungannya mengacu pada klaim teknis yang tercantum dalam dokumen dan berlaku sesuai wilayah serta masa patennya.
Mekanik Game yang Pernah Dipatenkan oleh Studio Pengembangnya
Sepuluh contoh berikut menunjukkan bagaimana paten game dapat mencakup sistem teknis yang berbeda, mulai dari cara musuh mengingat pemain hingga antarmuka untuk memilih dialog. Ada paten yang masih berlaku, ada pula yang sudah kedaluwarsa atau terkait proses hukum. Karena itu, istilah mekanik yang dipatenkan perlu dipahami berdasarkan rincian setiap paten, bukan sebagai klaim kepemilikan atas seluruh ide gameplay.
1. Nemesis System di Shadow of Mordor
Nemesis System membuat musuh non-pemain berkembang dan mengingat interaksinya dengan pemain. Orc yang dikalahkan bisa kembali, memperoleh posisi lebih tinggi, lalu bereaksi terhadap pertemuan sebelumnya. Sistem ini menjadi ciri utama Middle-earth: Shadow of Mordor dan Shadow of War.
Warner Bros. mengajukan paten terkait karakter Nemesis pada 2015 dan mendapat paten pada 2021. Catatan paten Amerika Serikat mencantumkan masa berlaku keluarga paten terkait hingga 2036. Perlindungannya mengacu pada klaim dalam dokumen tersebut, bukan semua sistem musuh yang berkembang atau mengingat pemain.
2. Roda Dialog BioWare
Roda dialog yang dikenal lewat Mass Effect memungkinkan pemain memilih respons melalui antarmuka berbentuk lingkaran. Electronic Arts memperoleh paten Amerika Serikat untuk antarmuka dialog interaktif pada 2011. Dokumen tersebut menjelaskan pilihan dialog yang dikelompokkan ke dalam kategori dan ditampilkan melalui indikator pilihan.
Paten ini tidak otomatis mencakup semua dialog bercabang atau seluruh menu berbentuk roda. Cakupan hukumnya bergantung pada klaim teknis yang tercatat dan aturan di wilayah terkait.
3. Ping System di Apex Legends
Ping System memungkinkan pemain menandai lokasi, musuh, atau objek untuk berkomunikasi tanpa harus memakai mikrofon. EA mencantumkan paten sistem ping dalam Accessibility Patent Pledge dan berjanji tidak menuntut pengembang yang menggunakan teknologi dalam cakupan komitmen tersebut. Jadi, paten ini punya konteks khusus: EA membukanya sebagai bagian dari upaya mendukung aksesibilitas.
4. Sanity System di Eternal Darkness
Dalam Eternal Darkness: Sanity’s Requiem, kondisi mental karakter memengaruhi kejadian di dalam game. Efeknya dapat mengubah tampilan atau suara dan membuat pemain meragukan apa yang sedang terjadi. Nintendo memiliki paten Amerika Serikat untuk sistem yang menghubungkan tingkat kewarasan karakter dengan peristiwa dalam game. Paten tersebut diberikan pada 2005 dan sudah kedaluwarsa.
5. Minigame di Layar Loading
Namco pernah mematenkan sistem yang memungkinkan minigame berjalan saat game utama sedang dimuat. Ridge Racer di PlayStation menjadi contoh yang sering dibahas karena pemain bisa memainkan Galaxian sambil menunggu. Paten Amerika Serikat terkait berakhir pada 27 November 2015, sehingga perlindungan paten tersebut sudah kedaluwarsa.
6. Bola yang Membesar di Katamari Damacy
Inti Katamari Damacy adalah menggulirkan bola yang menempelkan benda-benda di sekitarnya. Semakin besar ukurannya, semakin besar pula objek yang bisa dikumpulkan. Namco memiliki paten Amerika Serikat untuk metode permainan yang mengendalikan bola sambil menempelkan objek yang disentuhnya. Paten tersebut tercatat sebagai US7402104B2 dan masa perlindungannya berakhir pada 2026.
7. Panah Penunjuk Arah di Crazy Taxi
Panah besar yang menunjukkan arah tujuan membantu pemain menavigasi kota dalam Crazy Taxi. Sega memiliki paten untuk metode penunjuk arah dalam game berkendara. Paten Amerika Serikat US6200138B1 tercatat berakhir pada 2018. Contoh ini menunjukkan bahwa fitur navigasi yang terasa familier pun pernah menjadi subjek paten, meski perlindungannya tidak berlaku selamanya.
8. Dual Reality di The Medium
The Medium menampilkan dua dunia secara bersamaan, yaitu dunia nyata dan dunia roh. Bloober Team menyebut pendekatan ini sebagai Dual Reality dan mengajukan paten terkait sistem tampilan tersebut. Paten itu membahas implementasi tertentu untuk menampilkan dan menjalankan dua realitas, bukan hak eksklusif atas semua game yang memiliki dimensi paralel atau dunia alternatif.
9. Data “Ghost” dalam Game Balap
Mobil ghost menampilkan rekaman performa balapan sebelumnya, sehingga pemain dapat berlomba melawan catatan waktunya sendiri atau pemain lain. Nintendo memiliki paten yang membahas pemilihan dan penayangan data performa semacam ini. Cakupannya bukan seluruh konsep mobil transparan dalam game balap, melainkan cara sistem memilih dan menampilkan data performa sesuai klaim patennya.
10. Mekanik Lempar dan Tangkap Makhluk dalam Kasus Palworld
Nintendo dan The Pokémon Company menggugat Pocketpair di Jepang pada 2024 dengan tuduhan pelanggaran paten terkait Palworld. Paten yang dipersoalkan berhubungan dengan aktivitas seperti melempar objek untuk menangkap karakter, membidik, dan menunggangi karakter.
Kasus ini bukan bukti bahwa Pokémon memiliki paten atas seluruh konsep menangkap makhluk di game. Proses hukumnya masih berjalan, sementara penolakan terhadap satu permohonan paten terkait tidak otomatis membatalkan paten terdaftar yang menjadi bagian dari gugatan.
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa mekanik yang dipatenkan perlu dibahas dengan cermat. Paten memiliki klaim, batas wilayah, dan masa berlaku. Perlindungan teknisnya pun berbeda dari hak cipta atas kode, musik, karakter, atau aset visual. Jadi, kemiripan fitur saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sebuah game melanggar paten.
Bagi pemain, perkara paten bisa menjelaskan mengapa sebagian fitur khas jarang muncul di game lain atau baru banyak digunakan setelah masa perlindungannya berakhir. Bagi developer, kasus-kasus tersebut memperlihatkan bahwa desain gameplay dan implementasi teknis dapat memiliki pertimbangan hukum tersendiri. Kalau kamu ingin mencoba game dengan sistem dan dunia yang berbeda, VocaGame menyediakan voucher serta kebutuhan top up untuk sejumlah game populer.
