GTA VI dan Modern Warfare 4 disebut sebagai dua game terbesar 2026 oleh Chief Marketing Officer Activision, Tyler Bahl. Pernyataan tersebut muncul dalam wawancara dengan The Game Business ketika pembicaraan menyinggung padatnya jadwal peluncuran game menjelang akhir tahun, termasuk remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time.
Menariknya, Bahl melihat kehadiran GTA VI sebagai peluang bagi Call of Duty. Ia memperkirakan game buatan Rockstar tersebut dapat menarik orang kembali bermain di konsol. Ketika lebih banyak pemain mengaktifkan PlayStation atau Xbox mereka, Modern Warfare 4 berpeluang ikut mendapatkan perhatian.
Kalau kamu membayangkan rilisan sebesar GTA VI akan menyedot seluruh waktu pemain, pandangan ini mungkin terasa cukup optimistis. Namun, ada alasan di balik keyakinan Activision, mulai dari meningkatnya aktivitas di konsol hingga kebiasaan pemain berkumpul bersama teman.
Mengapa GTA VI dan Modern Warfare 4 Disebut Game Terbesar?
Pembahasan ini berawal dari perbandingan yang dibuat editor The Game Business, Chris Dring. Ia sebelumnya menggambarkan kedatangan GTA VI dan remake Ocarina of Time sebagai potensi momen “Barbenheimer” bagi industri game.
Istilah tersebut mengacu pada fenomena film Barbie dan Oppenheimer yang sama-sama menarik banyak orang ke bioskop pada 2023. Dalam konteks game, Dring melihat dua rilisan besar dengan karakter berbeda sebagai pendorong minat terhadap konsol.
Ketika Modern Warfare 4 masuk ke pembicaraan, Bahl menyampaikan bahwa menurutnya, game tersebut dan GTA VI merupakan dua rilisan terbesar tahun ini. Meski tanggapannya menyebut Zelda, inti pembicaraan tetap berkaitan dengan posisi Call of Duty di tengah persaingan perhatian pemain.
Kata “terbesar” dalam pernyataan tersebut perlu dipahami sesuai konteksnya. Bahl tidak menetapkan ukuran yang jelas, seperti jumlah penjualan, pemain aktif, atau pendapatan. Ia juga berbicara sebagai eksekutif pemasaran perusahaan yang menerbitkan Modern Warfare 4.
Artinya, klaim mengenai GTA VI dan Modern Warfare 4 tersebut mencerminkan keyakinan Activision terhadap produknya menjelang peluncuran. Kamu belum bisa memperlakukannya sebagai peringkat penjualan ataupun kesimpulan tentang kualitas kedua game.
Jadwal ketiganya memang berdekatan. Modern Warfare 4 dijadwalkan meluncur pada 23 Oktober 2026, disusul remake Ocarina of Time pada 5 November dan GTA VI pada 19 November. Selisih beberapa pekan ini membuat persaingan waktu bermain dan anggaran pembelian menjadi pembahasan yang relevan.
GTA VI Bisa Membawa Pemain Kembali ke Call of Duty
Alasan utama Bahl cukup sederhana. Peluncuran game yang sangat dinantikan dapat membuat orang yang sudah lama jarang bermain kembali menyalakan konsolnya. Aktivitas tersebut membuka peluang bagi game lain untuk ikut dilihat.
Bayangkan kamu kembali mengaktifkan PlayStation karena ingin memainkan GTA VI. Setelah masuk ke konsol, kamu juga bisa melihat teman yang sedang online, menemukan pembaruan game lain, atau mendapat ajakan bermain bersama. Dari situ, perhatianmu berpotensi meluas ke judul lain.
Contoh tersebut menggambarkan kemungkinan yang dibicarakan Bahl. Ia berharap bertambahnya aktivitas di konsol dapat membawa lebih banyak perhatian terhadap Call of Duty. Namun, peningkatan perhatian belum tentu langsung berubah menjadi pembelian atau jumlah pemain yang lebih tinggi.
Bahl juga menekankan pentingnya pengalaman sosial dalam seri ini. Berdasarkan riset yang ia jelaskan, keberadaan teman merupakan salah satu alasan kuat pemain menikmati Call of Duty. Kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama punya daya tarik tersendiri di samping mekanisme tembak-menembaknya.
Karena itu, hubungan GTA VI dan Modern Warfare 4 tidak harus selalu dipandang sebagai perebutan pemain secara mutlak. Seseorang bisa menikmati petualangan di GTA VI, lalu kembali ke Call of Duty ketika teman-temannya mengajak bermain.
Meski demikian, kemungkinan sebaliknya tetap terbuka. Game besar dapat menyita waktu dan anggaran, sehingga pemain menunda pembelian judul lain. Optimisme Activision masih perlu dibuktikan setelah kedua game tersedia dan pola bermain komunitas mulai terlihat.
Modern Warfare 4 Juga Membawa Misi Memulihkan Kepercayaan
Di luar pembahasan mengenai GTA VI, wawancara tersebut turut memperlihatkan tantangan yang dihadapi Call of Duty. Bahl mengakui bahwa Activision belum puas terhadap seluruh aspek game tahun sebelumnya dan telah mendengar masukan komunitas.
Modern Warfare 4 kemudian diposisikan sebagai salah satu upaya untuk meresponsnya. Bahl menjelaskan arah permainan yang kembali menekankan pengalaman penembak militer yang lebih membumi, sinematik, dan autentik.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan perlu mencakup kepuasan pemain. Penjualan yang baik tetap menyisakan masalah apabila komunitas tidak menikmati gamenya. Pernyataan ini memberi konteks tambahan terhadap keyakinannya menjelang peluncuran MW4.
Bagi kamu, pendekatan tersebut bisa menjadi alasan untuk mencermati ulasan dan pengalaman pemain setelah rilis. Popularitas sebuah seri memang menarik perhatian, tetapi keputusan membeli akan lebih masuk akal jika disesuaikan dengan mode permainan yang kamu sukai, teman bermain, dan anggaran.
Dengan jadwal GTA VI dan Modern Warfare 4 yang berdekatan, kamu juga tidak perlu terburu-buru membeli semuanya sekaligus. Tentukan prioritas permainanmu terlebih dahulu. Kalau ingin menyiapkan saldo untuk pembelian digital, kamu bisa mengecek pilihan voucher game di VocaGame dan memastikan kesesuaiannya dengan platform serta region akun.
Klaim Activision membuat persaingan akhir tahun semakin menarik untuk diikuti. Tantangan Modern Warfare 4 kini adalah mengubah perhatian tersebut menjadi pengalaman yang membuat pemain ingin terus kembali, bahkan ketika GTA VI sudah hadir.
