10 Elder Dragon Ikonik Monster Hunter dan Awal Kemunculannya

10 Elder Dragon Ikonik Monster Hunter dan Asal Kemunculannya
10 Elder Dragon Ikonik Monster Hunter dan Asal Kemunculannya
Jangan lupa dibagikan ya!

Elder Dragon ikonik Monster Hunter punya banyak cara untuk meninggalkan kesan pada pemain. Ada yang membuat arena dipenuhi badai, menyelimuti medan dengan api, atau memaksa satu tim menyiapkan strategi khusus sebelum berangkat. Pertemuan dengan mereka sering menjadi momen ketika kemampuan dan persiapan seorang hunter benar-benar diuji.

Meski namanya mengandung kata dragon, kelompok ini tidak selalu berwujud naga bersayap. Kirin, misalnya, justru menyerupai kuda bertanduk. Elder Dragon merupakan klasifikasi untuk makhluk dengan karakteristik luar biasa yang sulit dimasukkan ke kelompok monster lain, sering kali disertai pengaruh besar terhadap lingkungan.

Dari generasi PlayStation 2 hingga World dan Sunbreak, masing-masing punya identitas yang berbeda. Daftar berikut membahas sepuluh monster pilihan berdasarkan desain, sejarah, dan pengalaman berburu yang membuat mereka mudah dikenang, tanpa mengurutkannya sebagai peringkat kekuatan.

Daftar Elder Dragon Ikonik Monster Hunter dan Game Debutnya

1. Fatalis

Fatalis pertama kali muncul dalam Monster Hunter yang dirilis pada 2004. Naga hitam ini sangat lekat dengan Castle Schrade, benteng yang menjadi lokasi pertarungannya dan bagian penting dari legenda kehancuran kerajaan tersebut.

Di Monster Hunter World: Iceborne, Fatalis kembali melalui pembaruan pada 1 Oktober 2020. Pertarungannya menggabungkan semburan api berskala besar, tekanan waktu, dan pemanfaatan persenjataan benteng. Kamu perlu membaca gerakannya sambil menjaga posisi, sehingga kemenangan terasa seperti hasil penguasaan pertarungan yang panjang.

2. Lao-Shan Lung

Lao-Shan Lung juga berasal dari Monster Hunter pertama pada 2004. Ukurannya yang sangat besar membuat pertemuan dengannya terasa berbeda dari perburuan biasa. Fokus pertarungan berkaitan dengan upaya menghentikan pergerakannya sebelum pertahanan benteng runtuh.

Monster ini turut hadir dalam Monster Hunter Generations Ultimate. Daya tariknya terletak pada skala pengepungan, penggunaan senjata pertahanan, dan tekanan terhadap objektif. Kamu menghadapi makhluk raksasa yang terus bergerak, sehingga memberikan damage harus berjalan seiring dengan menjaga benteng.

3. Kirin

Kirin debut dalam Monster Hunter pertama pada 2004. Wujud menyerupai kuda bertanduk membuatnya menjadi contoh paling mudah dikenali bahwa Elder Dragon tidak harus memiliki sayap atau tubuh sebesar bangunan.

Dalam Monster Hunter: World dan konten Master Rank Iceborne, Kirin dikenal lewat gerakan lincah serta sambaran petir yang menghukum posisi ceroboh. Tubuhnya relatif kecil, tetapi memburu monster ini tetap membutuhkan ketelitian. Kamu harus memperhatikan tanda serangan di tanah dan memilih waktu menyerang tanpa terlalu lama berada di dekatnya.

4. Teostra

Teostra diperkenalkan melalui Monster Hunter 2 pada 2006. Penampilannya memadukan tubuh naga bersayap dengan kepala menyerupai singa, lengkap dengan kemampuan api dan debu peledak yang menjadi ciri khasnya.

Ia kembali dalam berbagai game, termasuk World, Rise, dan Sunbreak. Salah satu serangannya yang paling dikenal adalah Supernova, ledakan besar yang membuat bertahan terlalu dekat menjadi berbahaya. Sunbreak juga menghadirkan Risen Teostra dengan tekanan pertarungan yang lebih tinggi bagi hunter di tahap lanjut.

5. Kushala Daora

Kushala Daora debut dalam Monster Hunter 2 pada 2006 dan menjadi monster utama yang mewakili game tersebut. Tubuh berlapis logam serta kemampuan mengendalikan angin membuat identitasnya langsung menonjol.

Di World maupun Rise, badai dan tekanan anginnya memengaruhi ruang gerak pemain. Kamu perlu mencari celah serangan sambil memperhatikan area yang berbahaya. Sunbreak kemudian menghadirkan Risen Kushala Daora, memberikan tantangan tambahan bagi pemain yang sudah mengenal pola dasar naga angin ini.

6. Chameleos

Chameleos pertama kali hadir dalam Monster Hunter 2 pada 2006. Bentuknya menyerupai bunglon, dengan kemampuan menyamarkan diri yang membuat pergerakannya sulit dipantau.

Racun, lidah panjang, dan tingkahnya yang mengecoh memberi pengalaman berbeda dibandingkan Elder Dragon yang mengandalkan ledakan atau kekuatan fisik. Ia kembali dalam Rise dan mendapatkan bentuk Risen di Sunbreak. Saat memburunya, kemampuan melacak posisi dan menjaga kondisi tubuh sama pentingnya dengan mencari kesempatan menyerang.

7. Alatreon

Alatreon debut dalam Monster Hunter 3 pada 2009 sebagai tantangan akhir pada bagian multiplayer. Kemampuannya menggunakan beragam elemen membuat persiapan menghadapi monster ini terasa lebih khusus.

Dalam Iceborne, Alatreon hadir pada 9 Juli 2020 dan terkenal melalui Escaton Judgment. Untuk mengurangi dampak serangan tersebut, kamu perlu memberikan damage elemen yang cukup selama pertarungan. Memilih senjata yang sesuai menjadi bagian penting dari strategi, selain menjaga agresivitas dan memahami pergantian kondisi elemennya.

8. Nergigante

Nergigante diperkenalkan dalam Monster Hunter: World pada 2018 dan menjadi monster utama game tersebut. Ia dikenal sebagai pemangsa Elder Dragon, dengan gaya bertarung agresif yang menekankan kekuatan fisik.

Duri yang tumbuh kembali pada tubuhnya menjadi bagian penting dari mekanisme pertarungan. Menghancurkan duri sebelum mengeras dapat membuka kesempatan untuk menjatuhkannya. Iceborne kemudian memperkenalkan Ruiner Nergigante, varian dengan ancaman tambahan yang melanjutkan identitas brutal monster ini.

9. Xeno’jiiva

Xeno’jiiva debut dalam Monster Hunter: World pada 2018 sebagai lawan penutup cerita utama. Tubuh bercahaya, ukuran besar, dan serangan energinya memberikan suasana berbeda dari monster yang sebelumnya kamu hadapi.

Pertarungannya berlangsung di Confluence of Fates, lokasi khusus yang diakses melalui cerita. Iceborne kemudian memperkenalkan Safi’jiiva sebagai bentuk dewasanya. Keduanya perlu dibedakan karena memiliki nama, penampilan, dan rancangan pertarungan tersendiri, meskipun berkaitan dalam siklus kehidupan yang sama.

10. Velkhana

Velkhana pertama kali hadir sebagai monster utama Monster Hunter World: Iceborne pada 2019. Desainnya yang ramping dan kemampuan membentuk es menghadirkan pertarungan dengan gerakan anggun sekaligus berbahaya.

Serangan ekor, semburan es, dan dinding yang terbentuk di arena menuntut kamu terus membaca posisi. Velkhana kemudian kembali dalam Monster Hunter Rise: Sunbreak. Perpaduan penampilan elegan dengan serangan terarah membuatnya cepat dikenal sebagai salah satu Elder Dragon penting dari generasi modern.

Setiap Elder Dragon Memberikan Pengalaman Berburu Berbeda

Daftar Elder Dragon ikonik Monster Hunter ini memperlihatkan bahwa ukuran tubuh bukan satu-satunya penentu tantangan. Kirin menguji ketelitian posisi, Nergigante mendorong kamu memanfaatkan tekanan serangan, sedangkan Alatreon menuntut persiapan elemen yang tepat.

Karena itu, pilihan monster favorit sering berkaitan dengan gaya bermain. Kamu mungkin menikmati pertarungan langsung melawan Nergigante, tetapi lebih tertarik pada suasana pengepungan Lao-Shan Lung atau duel panjang menghadapi Fatalis.

Jika ingin menjelajahi seri yang tersedia di PC, kamu bisa menyiapkan Steam Wallet melalui VocaGame sesuai kebutuhan. Periksa harga game, kebutuhan ekspansi, dan spesifikasi perangkat terlebih dahulu agar pilihanmu sesuai dengan pengalaman berburu yang ingin dicoba.

Sepuluh Elder Dragon ikonik Monster Hunter tersebut memiliki alasan berbeda untuk dikenang. Mengenali asal kemunculan dan ciri pertarungannya membantu kamu memahami sejarah seri sekaligus menentukan tantangan mana yang ingin dihadapi berikutnya.