Sejarah Genre Metroidvania Dirayakan Lewat 40 Tahun Metroid

Sejarah Genre Metroidvania dari Metroid hingga Silksong
Sejarah Genre Metroidvania dari Metroid hingga Silksong
Jangan lupa dibagikan ya!

Paruh kedua 2026 menjadi momen istimewa bagi penggemar game eksplorasi. Metroid dan Castlevania, dua waralaba yang namanya membentuk istilah metroidvania, sama-sama genap berusia 40 tahun. Sejarah Genre Metroidvania tidak bisa dilepaskan dari Metroid yang pertama kali dirilis di Jepang pada 6 Agustus 1986, kemudian disusul Castlevania atau Akumajō Dracula pada 26 September 1986.

GameSpot ikut merayakan perjalanan empat dekade tersebut melalui rangkaian liputan Metroidvania Week yang dimulai pada akhir Agustus 2026. Selain membahas asal-usul genrenya, liputan ini menghadirkan pandangan sejumlah developer modern mengenai pengaruh Metroid dan Castlevania terhadap game seperti Ori, Prince of Persia: The Lost Crown, serta berbagai judul eksplorasi 2D lainnya.

Sejarah Genre Metroidvania Terbentuk secara Bertahap

Istilah metroidvania merupakan gabungan nama Metroid dan Castlevania. Genre ini umumnya memiliki dunia yang saling terhubung, jalur eksplorasi nonlinier, serta area yang baru bisa dimasuki setelah pemain memperoleh kemampuan atau item tertentu. Pemain juga didorong untuk kembali ke lokasi lama karena kekuatan baru dapat membuka jalan, rahasia, dan tantangan yang sebelumnya belum terjangkau.

Metroid menjadi salah satu game yang paling awal merangkai elemen tersebut menjadi struktur permainan yang jelas. Samus Aran tidak bergerak dari satu level menuju level berikutnya secara linear. Pemain harus menjelajahi Planet Zebes, mengingat jalur yang tertutup, menemukan peningkatan kemampuan, kemudian kembali ke area lama untuk melanjutkan perjalanan.

Namun, Castlevania pertama belum menggunakan struktur seperti itu. Game tersebut masih berupa action platformer linear yang dibagi ke dalam beberapa level. Unsur eksplorasi mulai terlihat dalam Castlevania II: Simon’s Quest pada 1987, sebelum mencapai bentuk yang jauh lebih matang melalui Castlevania: Symphony of the Night pada 1997.

Di antara kedua periode tersebut, Super Metroid yang dirilis pada 1994 menyempurnakan konsep dunia terhubung dengan desain peta, atmosfer, dan petunjuk lingkungan yang lebih kuat. Symphony of the Night kemudian memadukan struktur eksplorasi tersebut dengan sistem level karakter, perlengkapan, statistik, dan elemen RPG. Kombinasi inilah yang membuat istilah metroidvania semakin banyak digunakan untuk menggambarkan game dengan struktur serupa.

Akar genre ini bahkan dapat ditarik ke sejumlah game yang hadir sebelum Metroid. Salah satunya adalah Aztec untuk Apple II pada 1982, sebuah game action-adventure tentang penjelajahan kuil yang memiliki banyak ruang, jebakan, dan jalur berbeda. Aztec belum bisa disebut sebagai metroidvania dalam pengertian modern, tetapi pendekatan eksplorasinya memperlihatkan bahwa fondasi genre tersebut telah berkembang jauh sebelum istilahnya dikenal.

Dalam susunan ini, Sejarah Genre Metroidvania bukan cerita tentang dua game yang muncul secara bersamaan dengan formula sempurna. Genre tersebut terbentuk secara bertahap melalui berbagai eksperimen desain, kemudian memperoleh identitas yang lebih jelas lewat Super Metroid dan Symphony of the Night.

Developer Modern Membawa Formulanya Lebih Jauh

Pengaruh Metroid masih terasa dalam proses pengembangan game modern. Rémi Boutin, senior game designer Prince of Persia: The Lost Crown, mengenal seri tersebut melalui Super Metroid. Ia terkesan dengan dunia yang terasa menyatu, penuh misteri, dan berbeda dari game berbasis level yang lebih umum dimainkan pada masa itu.

Pengalaman tersebut ikut memengaruhi fitur Memory Shards di Prince of Persia: The Lost Crown. Pemain dapat mengambil screenshot dari suatu lokasi dan memasangnya langsung pada peta. Ketika memperoleh kemampuan baru, pemain bisa melihat kembali penanda tersebut dan mengetahui tempat mana yang perlu dikunjungi. Fitur ini membantu mengurangi kebingungan tanpa menghilangkan proses mengingat dan memahami dunia permainan.

Thomas Mahler dari Moon Studios juga melihat adanya ruang kosong yang cukup besar untuk game metroidvania modern. Setelah Super Metroid dan Symphony of the Night mendapat pengakuan luas, investasi terhadap genre ini sempat berkurang karena industri lebih tertarik mengejar perkembangan grafis 3D. Beberapa game Castlevania dengan struktur eksplorasi bahkan lebih sering hadir di perangkat handheld.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Moon Studios mengembangkan Ori and the Blind Forest. Studio ini ingin menghadirkan kembali struktur eksplorasi klasik melalui pergerakan karakter yang lebih lincah, visual modern, dan pendekatan emosional. Ori kemudian menunjukkan bahwa formula lama tersebut masih bisa berkembang tanpa harus menyalin Metroid atau Castlevania secara langsung.

Warisan 40 Tahun Masih Terlihat pada Game Baru

Jumlah game yang menggunakan formula ini terus bertambah. Lebih dari 3.100 judul telah memakai tag metroidvania di Steam. Angka tersebut memang mencakup game dengan tingkat kesesuaian yang berbeda-beda, tetapi tetap memperlihatkan seberapa luas pengaruh genre ini di kalangan developer indie maupun studio besar.

Hollow Knight: Silksong menjadi salah satu contoh terbesarnya. Game buatan Team Cherry tersebut dirilis pada September 2025 dan sempat membuat beberapa storefront digital kewalahan menghadapi tingginya jumlah pemain yang ingin membeli atau mengunduhnya. Sambutan tersebut memperlihatkan bahwa game eksplorasi 2D masih mampu menghasilkan antusiasme yang biasanya dikaitkan dengan rilisan berskala besar.

Jejak Sejarah Genre Metroidvania juga kembali ke salah satu nama pembentuknya. Konami telah menyiapkan Castlevania: Belmont’s Curse yang dijadwalkan meluncur pada 15 Oktober 2026. Game ini dikembangkan bersama Evil Empire dan Motion Twin dengan struktur eksplorasi 2D, sistem perkembangan karakter, serta latar Paris pada abad ke-15.

Kemunculan Belmont’s Curse terasa penting karena Castlevania cukup lama tidak mendapatkan game utama baru dengan pendekatan eksplorasi klasik. Kehadirannya sekaligus mempertemukan warisan seri tersebut dengan pengalaman developer yang sebelumnya menangani Dead Cells dan The Rogue Prince of Persia.

Pemain yang ingin mengikuti Sejarah Genre Metroidvania bisa mencoba berbagai judul modern seperti Hollow Knight, seri Ori, atau Prince of Persia: The Lost Crown melalui PC. Steam Wallet bisa kamu isi melalui VocaGame agar pembelian game di Steam lebih praktis tanpa harus menggunakan metode pembayaran internasional.

Sejarah Genre Metroidvania membuktikan bahwa sebuah formula tidak harus berhenti berkembang setelah puluhan tahun. Metroid membangun dasar eksplorasinya, Super Metroid menyempurnakannya, sedangkan Symphony of the Night memperluasnya melalui elemen RPG. Empat dekade kemudian, pengaruh ketiganya masih terasa dalam berbagai game baru yang terus menemukan cara berbeda untuk mengajak pemain menjelajahi dunia yang penuh rahasia.