10 Kontroversi Marvel’s Wolverine yang Ramai Dibahas Pemain

10 Kontroversi Marvel’s Wolverine yang Ramai Dibahas Pemain
10 Kontroversi Marvel’s Wolverine yang Ramai Dibahas Pemain
Jangan lupa dibagikan ya!

Marvel’s Wolverine hadir sebagai salah satu game eksklusif PS5 terbesar pada 2026. Insomniac Games menawarkan pertarungan brutal dan cerita yang lebih dewasa dibandingkan seri Marvel’s Spider-Man. Sayangnya, peluncurannya juga diiringi perbincangan mengenai bug, sistem permainan, dan kualitas animasi yang tidak selalu memenuhi ekspektasi pemain.

Kontroversi Marvel’s Wolverine semakin ramai setelah pemain membagikan rekaman QTE yang berjalan sendiri, pengejaran motor yang dapat selesai tanpa input, hingga Logan yang keluar dari batas level. Sebagian memang merupakan bug, tetapi beberapa kejadian lain sebenarnya berasal dari keputusan desain yang terlalu memanjakan pemain. Berikut deretan masalah yang paling banyak mendapat sorotan.

Bug dan Glitch Marvel’s Wolverine yang Mengganggu Permainan

1. Crash Terjadi di Tengah Boss Fight

Crash menjadi masalah teknis paling serius karena dapat memaksa pemain mengulang permainan. Salah satu reviewer Tom’s Guide melaporkan sekitar enam hard crash selama menamatkan campaign dalam 15 jam. Dua di antaranya terjadi ketika menghadapi boss sehingga pertarungan harus dimulai lagi dari checkpoint.

Insomniac Games kemudian merilis update v1.001.005 untuk menangani sejumlah crash yang dialami sebagian kecil pemain. Catatan update tersebut tidak menjelaskan misi mana saja yang terdampak, sehingga belum dapat dipastikan apakah seluruh penyebab crash ketika boss fight sudah hilang.

2. Progression Blocker Sudah Muncul Sejak Peluncuran

Hotfix v1.001.004 memperbaiki beberapa masalah yang berpotensi menghambat progres. Jean Grey sebelumnya bisa menghilang dalam sebuah misi di Jepang, sedangkan Logan terkadang tidak mau meluncur melewati pintu penjara di Telambang. Masalah voice-over bahasa Inggris juga dapat muncul ketika bahasa konsol menggunakan bahasa lain.

Perbaikan yang hadir tepat pada hari peluncuran menunjukkan bahwa versi awal game masih mempunyai celah teknis yang cukup mengganggu.

3. Musuh Melayang dan Finisher Menyerang Udara

Beberapa bug visual menghasilkan adegan yang tidak sesuai dengan atmosfer serius game. Tubuh musuh dapat melayang di udara, lawan terus bertarung tanpa menyentuh tanah, dan Wolverine terkadang melakukan animasi finisher kepada ruang kosong.

Ada juga laporan mengenai musuh yang menembus lantai, karakter berubah putih sebelum game crash, serta rambut Jean yang berpindah tiba-tiba dalam cutscene. Kejadiannya tidak selalu menghambat progres, tetapi dapat merusak imersi dalam adegan dramatis.

4. Logan Terjebak dalam Animasi Pohon

Saat meluncur menuruni batang pohon, Logan bisa terus menjalankan animasi menggaruk meskipun sudah mencapai tanah. Beberapa pemain dapat keluar dengan menekan dodge, sedangkan pemain lain harus memuat ulang checkpoint. Prompt interaksi juga terkadang baru aktif setelah posisi Logan berada pada sudut yang sangat tepat.

5. Glitch Keluar Batas Membuka Area yang Belum Selesai

Pemain menemukan celah untuk melewati pembatas level dalam misi The One That Got Away dan area Tokyo. Setelah keluar dari jalur resmi, Logan dapat menjelajahi hutan, bangunan, serta bagian kota yang seharusnya hanya menjadi latar.

Area tersebut sekilas terlihat seperti bagian dari open world. Namun, tanah bisa kehilangan collision, mobil menembus dinding, dan Logan akhirnya jatuh ke ruang kosong di bawah map. Ini merupakan glitch out-of-bounds, bukan fitur eksplorasi tersembunyi.

Adegan Motor dan QTE yang Terasa Berjalan Sendiri

6. Kejar-kejaran Motor Bisa Selesai Tanpa Input

Salah satu klip paling viral memperlihatkan pemain meletakkan controller ketika Logan sedang mengejar kendaraan menggunakan motor. Alih-alih gagal, motor terus melaju, memantul dari pembatas, lalu kembali menuju jalur yang benar hingga mencapai tujuan.

Logan masih dapat mati akibat tabrakan tertentu. Namun, tidak menyentuh controller justru bisa lebih aman karena motor otomatis kembali ke lintasan dan regenerasi Wolverine memulihkan damage ringan. Adegan ini lebih tepat disebut desain on-rails dengan hukuman terlalu longgar daripada bug kendaraan biasa.

7. QTE Tetap Berhasil Meski Tombol Diabaikan

Game ini menyediakan opsi aksesibilitas QTE Autocomplete yang secara sengaja menghilangkan kebutuhan menekan tombol. Masalahnya, ketika opsi tersebut dimatikan, banyak QTE tetap melanjutkan adegan meskipun pemain salah menekan tombol atau tidak melakukan apa pun.

Beberapa QTE memberikan damage atau animasi alternatif ketika gagal, tetapi jarang ada konsekuensi seperti mengulang checkpoint. Prompt tombol akhirnya terasa sebagai hiasan karena hasil utama adegan tetap sama.

8. Scent Trail Terlalu Banyak Memberikan Petunjuk

Kemampuan penciuman Logan menampilkan jalur berwarna yang langsung mengarah ke tujuan. Fitur tersebut dilengkapi marker, Audio Sense, dan dialog karakter yang terus memberikan petunjuk. Pada level yang sudah linear, kombinasi ini dianggap berlebihan karena pemain hampir tidak diberi kesempatan mencari jalan sendiri.

Kritik tersebut membuat Insomniac mengurangi opacity dan intensitas indikator melalui update resmi Marvel’s Wolverine. Pengembang juga sedang mempertimbangkan opsi untuk mematikan fitur Senses sepenuhnya pada pembaruan berikutnya.

Ekspresi Logan dan Desain Permainan Ikut Disorot

9. Ekspresi Marah Wolverine Terlihat Kurang Meyakinkan

Beberapa cutscene memperlihatkan Logan dengan ekspresi yang dianggap tidak sesuai dengan situasinya. Adegan ketika tubuhnya ditusuk beberapa pedang, misalnya, justru membuat wajahnya terlihat bingung atau hanya sedikit kesal. Hal ini terasa janggal karena Wolverine dikenal sebagai karakter dengan kemarahan liar dan gestur yang intimidatif.

Kritik tersebut tetap subjektif karena sejumlah reviewer justru memuji detail wajah dan performa Liam McIntyre. Masalahnya bukan Wolverine sama sekali tidak mempunyai ekspresi, melainkan kualitasnya tidak konsisten. Beberapa cutscene terasa emosional, sedangkan adegan lain mudah berubah menjadi bahan meme.

10. Combat Repetitif dan Boss Terlalu Formulaik

Pertarungan Marvel’s Wolverine terlihat sadis dan memuaskan pada beberapa jam awal. Setelah pola musuh mulai terbaca, banyak encounter dapat diselesaikan dengan rangkaian serangan dasar, parry, dan special attack yang sama. Kemampuan penting seperti multi-parry juga baru diperoleh cukup terlambat, sehingga combat terasa seperti baru lengkap menjelang akhir game.

Boss fight memperoleh kritik serupa. Sebagian boss mempunyai health besar dan pola mudah diprediksi, lalu meminta pemain mengulang siklus dodge, parry, dan menyerang. Sistem stealth juga terasa belum matang karena Logan hanya bisa bersembunyi di area tertentu tanpa kebebasan mengintip atau mengalihkan perhatian musuh.

Kontroversi Marvel’s Wolverine memperlihatkan bahwa game ini bukan produk rusak yang tidak dapat dimainkan. Masalah sebenarnya terletak pada kualitas yang tidak merata. Pertarungan brutal dan presentasi sinematiknya bisa tampil mengesankan, tetapi bug, QTE tanpa konsekuensi, level yang sangat linear, serta bantuan navigasi berlebihan membuat sebagian pemain merasa game kurang memercayai kemampuan mereka.

Insomniac sudah mulai merilis perbaikan, jadi pengalaman bermainnya masih dapat berubah melalui update berikutnya. Marvel’s Wolverine saat ini hanya tersedia di PS5, kamu bisa mengecek pilihan PlayStation®Store Gift Card melalui VocaGame sesuai platform yang digunakan.