Zelda Ocarina of Time Remake Akhirnya Resmi, tapi Kenapa Zelda Klasik 2D Selalu Dilewatkan

Zelda Ocarina of Time Remake Akhirnya Resmi, tapi Kenapa Zelda Klasik 2D Selalu Dilewatkan
Zelda Ocarina of Time Remake Akhirnya Resmi, tapi Kenapa Zelda Klasik 2D Selalu Dilewatkan
Jangan lupa dibagikan ya!

Setelah berbulan-bulan jadi bahan spekulasi, Zelda Ocarina of Time Remake akhirnya resmi diungkap untuk Nintendo Switch 2 dalam Nintendo Direct pekan ini. Ini jadi entry terbaru dalam rangkaian panjang remake dan remaster yang sudah Nintendo berikan ke judul-judul Zelda 3D. Tapi justru di titik ini muncul pertanyaan yang menggelitik banyak fans lama: kenapa tiga entry pertama franchise ini, yang notabene adalah game yang bikin orang jatuh cinta sama seri ini sejak awal, tidak pernah mendapat treatment yang sama?

Zelda 2D Klasik yang Terlupakan

The Legend of Zelda original, Zelda II: The Adventure of Link, dan The Legend of Zelda: A Link to the Past, ketiganya belum pernah sekali pun mendapatkan remake resmi dari Nintendo. Padahal game-game NES dan SNES ini memperkenalkan elemen gameplay yang masih relevan dan dipakai sampai sekarang, mulai dari dungeon penuh puzzle, mekanik memecahkan pot, sampai sensasi menemukan rahasia tersembunyi yang jadi identitas seri ini.

Anehnya, satu-satunya entry 2D yang pernah mendapat remake proper hanyalah The Legend of Zelda: Link’s Awakening di Switch. Padahal Link’s Awakening adalah entry keempat dalam franchise utama, dan meski punya basis penggemar loyal, popularitasnya tidak sebanding dengan A Link to the Past yang sampai hari ini masih dianggap banyak orang sebagai puncak pencapaian seri Zelda secara keseluruhan.

A Link to the Past sendiri memang pernah dirilis ulang di Game Boy Advance dengan tambahan mode multiplayer Four Swords. Versi Hyrule dari game itu juga dihidupkan kembali dalam A Link Between Worlds di 3DS, jadi mungkin Nintendo menganggap game 3DS itu sebagai semacam remake tidak langsung. Tapi itu jauh dari kategori remake penuh yang biasa Nintendo berikan ke entry 3D.

Kontras dengan Perlakuan ke Zelda 3D

Ini yang membuat situasinya terasa lebih aneh. Di dunia di mana hampir setiap Zelda 3D sudah mendapat remake atau remaster, termasuk upgrade Switch 2 Edition untuk Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom, Nintendo justru belum memberikan glow-up yang sama ke trio game yang jadi fondasi franchise ini. Ocarina of Time sendiri akan mendapat remake keduanya tahun ini, setelah sebelumnya juga mendapat versi 3DS pada 2011.

Menariknya, Nintendo tidak menampilkan satu pun footage gameplay dalam trailer pengungkapan Zelda Ocarina of Time Remake ini. Ketiadaan gameplay footage ini bisa dibaca dua arah: bisa jadi sinyal positif bahwa Nintendo sedang menyiapkan perubahan yang lebih signifikan dari sekadar overhaul visual, atau justru kekhawatiran bahwa remake ini berisiko jadi peluang besar yang terlewat kalau cuma sebatas polesan grafis.

Kenapa A Link to the Past Layak Dapat Kesempatan Kedua Selain Zelda Ocarina of Time Remake?

Kalau dilihat dari sisi nostalgia dan dampak historis, A Link to the Past punya argumen yang sangat kuat untuk akhirnya dapat remake resmi. Game ini bukan cuma dicintai karena faktor nostalgia, tapi juga karena desain dungeon dan world-nya yang sampai sekarang masih jadi rujukan banyak game action-adventure modern. Generasi pemain yang besar dengan Ocarina of Time atau Breath of the Wild belum tentu pernah merasakan langsung kenapa game SNES ini begitu dipuja.

Tentu, ada argumen valid bahwa Nintendo lebih baik fokus membuat entry Zelda yang benar-benar baru daripada terus menggali ulang masa lalu. Tapi itu bukan berarti dua hal ini harus saling eksklusif. Selama Nintendo masih punya appetite untuk remake judul 3D lama, rasanya wajar kalau fans mempertanyakan kenapa trio 2D klasik ini terus dilewatkan dari daftar prioritas.

Dengan Zelda Ocarina of Time Remake yang sekarang sudah resmi dalam pengembangan, pertanyaan soal nasib A Link to the Past dan dua pendahulunya kemungkinan akan terus muncul di kalangan komunitas. Kalau Nintendo memang serius merayakan sejarah panjang franchise ini, trio 2D klasik itu jelas layak mendapat giliran yang sama.