Messi Pensiun dari Argentina, Legenda Tutup Bab 21 Tahun Bersama La Albiceleste

Messi Pensiun dari Argentina, Legenda Tutup Bab 21 Tahun Bersama La Albiceleste
Messi Pensiun dari Argentina, Legenda Tutup Bab 21 Tahun Bersama La Albiceleste
Jangan lupa dibagikan ya!

Messi pensiun dari Argentina dengan penampilan yang mengingatkan penggemar pada alasan mereka begitu mencintainya. Dalam kemenangan 3-0 atas Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, sang kapten mencetak satu gol melalui penalti dan memberikan dua assist. Pertandingan berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026 waktu setempat, atau Rabu, 7 Oktober WIB.

Laga tersebut menutup perjalanan 21 tahun Lionel Messi bersama tim nasional senior Argentina. Pada usia 39 tahun, ia meninggalkan La Albiceleste dengan catatan 208 pertandingan dan 126 gol, sekaligus menjadi pemegang rekor penampilan serta pencetak gol terbanyak negaranya.

Namun, perpisahan ini terasa lebih besar daripada angka. Kalau kamu mengikuti perjalanan Messi sejak awal, hubungan sang pemain dengan Argentina tidak selalu dipenuhi pujian. Ada tuntutan untuk menyamai Diego Maradona, final yang berakhir menyakitkan, hingga keputusan mundur yang pernah ia ambil pada 2016.

Karena itu, malam terakhirnya di Monumental menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan tersebut secara utuh. Messi pergi setelah membawa Argentina meraih gelar yang dahulu terus menjauh darinya, meninggalkan kenangan yang dibangun melalui kegagalan dan keberhasilan.

Perpisahan Emosional Saat Messi Pensiun dari Argentina

Lebih dari 85.000 penonton memenuhi Monumental untuk menyaksikan penampilan terakhir sang kapten. Kehadiran keluarga Messi serta perwakilan generasi juara dunia Argentina membuat suasananya menyerupai perayaan perjalanan panjang sepak bola negara tersebut.

Pertandingan melawan Benin tetap memberikan ruang bagi Messi untuk menunjukkan kualitasnya. Setelah babak pertama tanpa gol, ia membantu Nicolás Otamendi membuka keunggulan Argentina. Berikutnya, umpan Messi mengantarkan Nico Paz mencetak gol kedua, sebelum penalti sang kapten memastikan kemenangan 3-0.

Dua assist tersebut memberi gambaran tentang peran Messi selama bertahun-tahun. Ia mampu menyelesaikan peluang, sekaligus membantu pemain lain menemukan ruang dan mencetak gol. Pengaruhnya terhadap permainan Argentina selalu mencakup kedua hal itu.

Bagi penggemar, setiap sentuhan bola pada laga ini memiliki arti berbeda. Mereka sedang menyaksikan pemain yang begitu lama menjadi pusat perhatian Argentina untuk terakhir kalinya bersama tim nasional. Skor kemenangan melengkapi perpisahan, tetapi emosi di stadion menjadi bagian yang paling membekas.

Setelah peluit akhir, rekan setim, pemain lawan, dan wasit menghampiri Messi untuk memberikan pelukan. Pertunjukan drone kemudian menerangi langit stadion, melengkapi penghormatan kepada pemain yang sudah menjadi bagian penting dari kehidupan banyak pendukung Argentina.

Dalam pesannya kepada penonton, Messi menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya membela negara. Ia juga mengenang perjuangan pada masa sulit, ketika hasil pertandingan belum sejalan dengan harapan. Rasa sedih meninggalkan tim nasional tetap terasa meski kariernya sudah dipenuhi pencapaian.

Dari Final yang Menyakitkan hingga Gelar Piala Dunia

Untuk memahami mengapa kabar Messi pensiun dari Argentina begitu emosional, kamu perlu melihat masa ketika trofi bersama tim senior terasa sulit diraih. Kesuksesannya di Barcelona membuat ekspektasi terhadapnya sangat tinggi, sementara hasil bersama Argentina belum memenuhi tuntutan tersebut.

Argentina kalah dari Jerman pada final Piala Dunia 2014. Setelah itu, mereka kembali mengalami kekalahan di final Copa América 2015 dan 2016, keduanya melawan Chile. Tiga final berturut-turut tanpa gelar menjadi bagian paling berat dalam perjalanan Messi bersama tim nasional.

Seusai final Copa América 2016, Messi sempat mengumumkan pengunduran dirinya. Namun, keputusan itu tidak berlangsung permanen. Ia kembali membela Argentina dan meneruskan upaya meraih gelar bersama negaranya.

Perubahan besar hadir pada Copa América 2021. Argentina mengalahkan Brasil di final dan mengakhiri penantian 28 tahun untuk menjuarai turnamen tersebut. Gelar ini membuka babak baru bagi Messi dan tim yang dibangun Lionel Scaloni.

Argentina kemudian memenangkan Finalissima 2022 melawan Italia. Pada tahun yang sama, Messi membawa negaranya menjuarai Piala Dunia di Qatar. Ia mencetak tujuh gol sepanjang turnamen dan menjadi bagian utama kemenangan atas Prancis dalam final yang ditentukan melalui adu penalti.

Keberhasilan di Qatar mengakhiri penantian 36 tahun Argentina untuk kembali menjadi juara dunia sejak 1986. Angka ini perlu dibedakan dari penantian 28 tahun di Copa América agar perjalanan kedua gelar tersebut tidak tercampur.

Gelar Copa América 2024 menambah pencapaian generasi tersebut. Rangkaian kemenangan ini memperlihatkan bagaimana Messi dan Argentina berkembang bersama: dari tim yang berulang kali gagal di pertandingan penentu menjadi kelompok yang mampu menyelesaikan kesempatan besar.

Argentina Memasuki Babak Baru Tanpa Sang Kapten

Messi pensiun dari Argentina membawa perubahan besar bagi tim nasional. Selama bertahun-tahun, permainan La Albiceleste dibangun dengan mempertimbangkan kemampuannya membaca ruang, mengatur serangan, dan menentukan hasil pertandingan.

Pemain seperti Nico Paz menjadi bagian dari generasi yang akan menghadapi tanggung jawab berikutnya. Namun, potensi sebagai penerus tidak berarti seorang pemain otomatis menerima nomor 10 atau harus meniru seluruh gaya bermain Messi. Argentina membutuhkan perkembangan tim yang memberi ruang bagi karakter setiap pemain.

Perpisahan dengan tim nasional juga tidak berarti Messi berhenti bermain sepak bola sepenuhnya. Ia masih memiliki kontrak bersama Inter Miami hingga akhir musim MLS 2028. Penggemar tetap dapat mengikuti karier klubnya meski penampilannya bersama Argentina telah selesai.

Kalau kamu mengikuti sepak bola lewat layanan streaming, pilihan paket sebaiknya disesuaikan dengan kompetisi yang ingin ditonton. VocaGame menyediakan pilihan voucher Vidio yang bisa kamu pertimbangkan setelah mengecek cakupan tayangan dan ketentuan paketnya. Ketersediaan pertandingan, dokumenter, maupun rekaman tertentu perlu diperiksa langsung di layanan tersebut.

Messi pensiun dari Argentina meninggalkan cerita tentang pemain yang terus kembali memperjuangkan impiannya. Bagi kamu yang menyaksikan perjalanan itu, kenangannya tersimpan dalam gol, umpan, trofi, dan momen ketika sang kapten akhirnya bisa merayakan keberhasilan bersama negaranya. Kini, Argentina melanjutkan perjalanan dengan fondasi yang ikut ia bangun.